Putrainsonews.com, Banjarmasin - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Supian H.K. mengungkapkan bahwa provinsi berjuluk "Bumi Lambung Mangkurat" ini bakal memiliki kembali Komando Daerah Militer Daerah (Kodam) X pada tahun 2025.
"Insyaallah Kalsel punya jenderal bintang dua Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 2025," kata Supian H.K. di Banjarmasin, Jumat (29/11).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatSupian mengapresiasi dan mendukung penuh rencana Kodam X kembali berada di "Banua" tersebut.
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa Kalsel akan memiliki satuan khusus setingkat komando resimen militer (korem) di Kabupaten Tanah Bumnu pada tahun 2025.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatMenurut Supian, keberadaan Kodam X dan satuan khusus di Kalsel cukup strategis karena sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
"Jadi, wajar pula kalau kami memberikan dukungan rencana keberadaan kembali Kodam X dan satuan khusus TNI. Dalam hal ini, Pemprov Kalsel siap menyediakan lahan untuk pembangunan instalasi pertahanan keamanan," tutur Supian.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanDiketahui bahwa Kalsel punya Kodam X/Lambung Mangkurat periode 1960–an hingga 1980-an yang dijabat pangdam, antara lain, Brigjen TNI Mistar Tjokroekoesoemo dan Brigjen TNI Syamsudin.
Brigjen TNI Syamsudin merupakan putra daerah Kalsel atau "zuriat" asal Goha Mahiring (sekitar 158 kilometer utara Banjarmasin) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaPada tahun 1960-an hingga 1970-an di Kalimantan terdapat empat kodam, yaitu Kodam IX/Tanjung Pura di Kalimantan Barat (Kalbar), Kodam X/Lambung Mangkurat (Kalsel), Kodam XI/Tambun Bungai (Kalteng), dan Kodam Mulawarman (Kaltim).
Namun, lanjut dia, terjadi rasionalisasi di penghujung 1980-an sehingga wilayah Kalimantan tersisa satu Kodam Mulawarman.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangBahkan, pada 1960-an hingga 1970-an terdapat Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) Kalimantan dan Komando Daerah Maritim (Kodamar). Red/JN