Putraindonews.com, Jakarta – Sebuah dampak luar biasa dialami industri otomotif global asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR).
Pasalnya, perusahan tersebut mengumumkan rencana memangkas sekitar 4.000 posisi pekerjaan atau setara 10% dari total tenaga kerja globalnya dalam dua tahun ke depan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Kebijakan itu diambil lantaran tekanan berat yang dihadapi industri otomotif dunia, mulai dari persaingan kendaraan listrik asal China, dampak serangan siber, hingga kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang memengaruhi rantai pasok dan biaya operasional.
JLR, yang kini berada di bawah kepemilikan Tata Motors India, menargetkan penghematan biaya hingga 1,7 miliar pound sterling atau sekitar Rp40,6 triliun dalam dua tahun mendatang. Perusahaan juga berupaya menurunkan titik impas produksi menjadi 300.000 unit kendaraan.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaChief Executive Officer (CEO) JLR PB Balaji mengungkapkan industri otomotif saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang berlangsung secara bersamaan.
"Industri otomotif menghadapi tantangan signifikan dengan perubahan teknologi yang cepat, persaingan yang semakin ketat, serta ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung," katanya. Red/HS
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel