Putraindonews.com, Jakarta – Pasar mulai meninggalkan dolar Amerika Serikat setelah situasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah perlahan mereda.
Investor global mulai berlomba-lomba memburu aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang di kawasan Asia.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Alhasil, nilai tukar rupiah membuka perdagangan per Kamis pagi, 7 Mei 2026, dengan daya pacu yang mengesankan.
Rupiah tiba-tiba perkasa ketika dolar Amerika Serikat mulai kehilangan taring globalnya.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaData Refinitiv menunjukkan rupiah dibuka menguat menuju level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat pagi tadi.
Penguatan mencapai 0,46 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya pada Rabu, 6 Mei 2026. Tren hijau tersebut melanjutkan reli rupiah setelah sehari sebelumnya menguat 0,17 persen.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat atau DXY terlihat melemah menuju level 97,919 pada perdagangan pagi ini.
Pelemahan greenback membuat mata uang Asia bergerak lebih leluasa sepanjang sesi pembukaan perdagangan regional berlangsung. Rupiah ikut menikmati limpahan sentimen positif dari pasar global sejak awal transaksi pagi tadi. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman