Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Dorong Manggarai Sebagai Kab. Inklusif, Plan Indonesia Dampingi Konsorsium Difabel Audiensi Dengan Bupati

S Samsuddin 16 Nov 2021 0 komentar
Dorong Manggarai Sebagai Kab. Inklusif, Plan Indonesia Dampingi Konsorsium Difabel Audiensi Dengan Bupati
PUTRAINDONEWS.COM

Manggarai - NTT | Yayasan Plan Internasional Indonesia atau Plan Indonesia mendampingi konsorsium difabel menggelar audiens dengan Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit di Rumah Jabatan (Rujab) Senin 15/11/ 21 Petang.

Bupati Hery Nabit didampingi Ketua PKK Meldy Hagur, dan Kepala Bappelitbang Manggarai Hila Jonta menggelar audiens bersama belasan perwakilan kaum difabel yang terdiri dari tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara.

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

Provincial Coordinator Project WfW Yayasan Plan International Indonesia atau Plan Indonesia Juliani F. Talan menyampaikan, pihaknya ingin mendorong Manggarai sebagai Kabupaten Inklusif. Meskipun selama ini masyarakat sering mendengar istilah inclusive/inklusif bagi penyandang disabilitas. Namun, belum sepenuhnya diterapkan bagaimana menciptakan kehidupan sosial yang ramah bagi penyandang disabilitas.

"Inklusifitas dapat dipahami sebagai sebuah pengakuan, penghargaan atas eksistensi/keberadaan serta penghargaan dan penghormatan atas keberbedaan dan keberagaman, termasuk penghargaan bagi kelompok difabel," ungkapnya.

Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBG

Juliani melanjutkan masyarakat yang inklusif dapat diartikan sebagai masyarakat yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan keberbedaan serta mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun infrastruktur yang ada di masyarakat. Artinya, penyandang disabilitas ini harus diberi penghormatan dan penghargaan serta tidak diperlakukan secara diskriminatif atau semena-mena.

Dalam menciptakan kehidupan sosial yang inklusi bagi penyandang disabilitas, maka kelompok disabilitas saat ini telah membentuk konsorsium difabel Manggarai. Karena itu, konsorsium difabel menemui Bupati Manggarai bertujuan untuk menggelar audiens untuk membahas sejumlah potensi mereka.

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

"Bagaimana mereka memperkenalkan potensi yang ada dalam diri mereka, sehingga bisa menjawab kebutuhan kabupaten sesuai dengan potensi yang mereka miliki,"tutupnya

Sekertaris Konsorsium Difabel Kabupaten Manggarai, Remigius Mon mengatakan, saaat ini masih banyak sarana dan prasarana umum yang belum ramah disabilitas seperti trotoar yang rusak, toilet yang rusak, gedung-gedung perkantoran yang minim petunjuk, sarana transportasi yang tidak nyaman dan sebagainya.

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan sebanyak 15 program kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai antara lain;

1). Konsorsium Difabel Manggarai meminta kepada Bupati Hery agar membangun sarana sanitasi yang layak aksesibel misalnya di Sekretariat Daerah Manggarai dan dunia usaha.

Baca JugaPencarian Lima Jurnalis Terus Berlanjut, Nelayan Gelar 'Nyiar Buhun'

2). Mohon memperhatikan fasilitas umum yang rusak seperti trotoar berlubang, toilet rusak, jalan ke mata air dan kebutuhan publik lainnya agar kami bisa mandiri dan sarana tersebut lebih aksesbile

. 3). Konsoraium difabel juga meminta Bupati Manggarai agar memperhatikan sampah dan menyediakan tempat pembuangan sampah sementara yang aksesbile.

Baca JugaUsut Kasus Keracunan MBG, Dewan Minta Polisi Bertindak Tanpa Menunggu Laporan

4). Meminta Bupati Hery untuk mengadakan perlombaan STBM ramah disabilitas di tingkat desa kecamatan maupun kabupaten.

5). Kesempatan kerja untuk tenaga kebersihan di kantor pemerintah angkut sampah mohon melibatkan tenaga dari rekan-rekan penyandang disabilitas. Juga pembukaan formasi disabilitas bagi beberapa teman kami yang sudah lulus SMP, SMA dan Sarjana.

Baca JugaPurbaya Sempat Terlibat Ketegangan dengan Danantara Sebelum Dicopot

6). Ketersediaan data penyandang disabilitas yang bisa diakses oleh semua pihak. Kami sudah mendapatkan sebagian dari Plan Indonesia, dan kami juga sudah membuat google form untuk mengisi data tersebut. Mohon pemerintah melengkapinya.

7). Mohon ada perhatian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa distabalitas yang prestasi atau yang kurang mampu.

Baca JugaPurbaya Kaget, Dicopot di Tengah Rapat DPD RI

8). Mohon diupayakan pelayanan kesehatan yang aksesbile dan SOP yang jelas difasilitas kesehatan.

9). Aturan pembangunan fasilitas publik dan STBN yang aksesbile mohon ditegakkan.

Baca JugaBreaking News! Menkeu Purbaya Resmi Digantikan Suahasil Nazara

10). Adanya rumah kreasi untuk menampung hasil karya yang dimiliki oleh distabalitas dan permodalan usaha kecil.

11). Sosialisasi distabalitas di tingkat desa kecamatan dan kabupaten yang masif.

Baca JugaHarga Rumah Jakarta Selatan Agustus 2026: Median Rp9,5 miliar, Jagakarsa Pimpin Pencarian

12). Memberikan ruang distabalitas berpartisipasi dalam musrenbangdes muskec dan musda.

13). Adanya alokasi dana untuk pengembangan olahraga dan prestasi distabalitas (NPC).

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

14). Adanya informasi berkala kepada konsorsium melibatkan kami berkaitan dengan kegiatan yang ada di OPD kabupaten.

15). Menjadikan semua sekolah di Kabupaten Manggarai, insklusif menyiapkan guru pembimbing khusus untuk melayani ank yang distabalitas.

Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBG

"Semoga Pemda Manggarai, kedepannya selalu memperhatikan kami dan selalu mengakodir terkait kebutuhan kami di konsorsium difabel," beber Remigius.

Menangapi 15 program tersebut, Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit mengatakan, dirinya siap dan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan penyandang difabel di daerah itu. Bupati Hery berjanji bakal membangun fasilitas sebagai model percontohan, sehingga masyarakat juga ikut membuat fasilitas yang ramah kaum difabel.

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

"Tapi beri saya waktu dulu ya, mana yang harus kita prioritaskan dulu sebagai contohnya. Apa kira-kira yang bisa dilakukan oleh konsorsium terhadap Manggarai, lalu apa kira-kira yang dilakukan oleh pemda terhadap konsorsium difabel," katanya.

Bupati Hery pun tampak antusias mendengar masukan-masukan dari konsorsium difabel mengenai program pembangunan yang ramah terhadap kaum difabel di Manggarai. Ia menjelaskan, apabila teman-teman difabel memiliki bakat musik atau pun punya bakat seni lainnya mari kembangkan.

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

"Karena di dalam diri kita punya bakat masing-masing. Mulai tahun 2022, kita selalu aktif untuk mensosialisasikan dari tingkat desa kecamatan sampai di kabupaten untuk semua kaum difabel Manggarai," tutup Bupati Hery.

Di akhir kegiatan, Bupati Hery menandatangani komitmen bersama sebagai Kabupaten Inklusi yang ramah terhadap kaum difabel. Red/Ben

Baca JugaPencarian Lima Jurnalis Terus Berlanjut, Nelayan Gelar 'Nyiar Buhun'   ***

Bagikan berita:

Berita Terkait