Putraindonews.com, Blitar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta petani lokal di Kota Blitar.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar Tan Ngi Hing usai berdialog dengan para pelaku UMKM dan petani yang menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (10/6/2026).
Baca JugaCatat! Operasi Patuh Semeru Digelar Hari Ini hingga 8 November 2026Menurut Tan Ngi Hing, para pelaku usaha dan petani menyampaikan respons positif terhadap pelaksanaan program MBG karena dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian hingga tingkat bawah.
"Dari hasil pertemuan dengan pelaku UMKM dan petani lokal, mereka merasakan langsung manfaat program ini. Ada peningkatan aktivitas ekonomi dan peluang usaha yang lebih terbuka," ujarnya.
Baca JugaSherly Tjoanda Harapkan Apindo Malut Berdampak NyataDalam pertemuan tersebut, Tan Ngi Hing juga meminta pandangan para pelaku usaha mengenai keterkaitan program MBG dengan kebijakan pemerintah pusat serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha mereka.
Salah seorang petani dan pelaku UMKM, Rega, mengaku program MBG memberikan dampak positif terhadap hasil pertanian lokal. Permintaan pasokan yang stabil membuat petani termotivasi meningkatkan kuantitas maupun kualitas hasil panen.
Baca JugaKawasan Suryakencana Bogor Dilanda Kebakaran"Program makan bergizi ini membantu petani meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Harapan kami program ini terus berlanjut menuju Indonesia Emas 2045," kata Rega.
Tidak hanya dirasakan petani utama, manfaat program tersebut juga disebut menjangkau masyarakat hingga tingkat pedesaan.
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura BesakihHal serupa disampaikan Haryadi, pedagang ikan segar yang turut menjadi pemasok kebutuhan program MBG.
Menurutnya, program tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar dan melibatkan banyak pihak.
Baca JugaKetum APINDO: UMKM Perlu Perkuat Inovasi dan Kapasitas Kepemimpinan"Dengan adanya MBG, banyak keluarga yang ikut merasakan dampaknya. Perekonomian masyarakat di desa-desa juga ikut bergerak," ujarnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, program MBG dinilai membuka lapangan kerja baru. Kebutuhan pasokan yang terus meningkat membuat banyak sektor usaha membutuhkan tambahan tenaga kerja, mulai dari pengolahan bahan pangan, distribusi hingga pekerjaan pendukung lainnya.
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan JayaPelaku usaha menilai kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai lini tersebut turut membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Red/Rif