Putraindonews.com, Jakarta – Pemerintah Malaysia mengambil langkah luar biasa dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski di tengah harga energi global sedang tidak menentu.
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk komitmen Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah lonjakan harga pasar global.
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main JudiDalam sebuah kesempatanm Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa pengeluaran pemerintah untuk subsidi bervariasi setiap bulannya.
“Ketika harga minyak naik, kami membayar RM5 miliar hingga RM3 miliar per bulan. Jumlahnya sempat naik menjadi RM7 miliar per bulan, dan sekarang sudah turun menjadi RM4 miliar,” katanya dilkutip dari Sumbarbisnis, Rabu (10/6).
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameApabila angka subsidi BBM tersebut dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp4.400 per ringgit, maka besaran subsidi RM7 miliar setara dengan Rp30,8 triliun per bulan, sedangkan angka RM4 miliar mencapai sekitar Rp17,6 triliun.
Pemerintah Malaysia sendiri mengakui bahwa beban subsidi ini berpotensi membebani keuangan negara dalam jangka panjang. Sebagai gambaran, subsidi sebesar RM3 miliar per bulan selama 10 bulan akan menyedot dana hingga RM30 miliar atau sekitar Rp132 triliun. Red/HS
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa Jawa