Putraindonews.com - Jakarta | Ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mengatakan segera mengalihkan fokus mereka ke turnamen China Open dan Hong Kong Open setelah tersingkir di perempat final Australian Open, Jumat (4/5).
Pram/Yere yang harus mengakui keunggulan wakil Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi melalui dua gim langsung 6-21, 16-21.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026“Kami harus kerja lebih keras lagi. Kami akan membenahi semua kekurangan untuk menghadapi kejuaraan China dan Hong Kong Open,” kata Pramudya dikutip dari keterangan tertulis PBSI.
Lebih lanjut, Pramudya mengakui kualitas permainan pasangan yang dijuluki PraYer itu memang masih belum optimal dalam menghadapi Hoki/Kobayashi.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China“Hari ini memang jadi milik pasangan Jepang. Permainan yang kami kembangkan tidak jalan sama sekali. Kami terus ditekan,” ungkap Pramudya.
“Tadi di awal gim kedua, memang kami bisa bangkit. Pola kami bisa masuk. Namun setelah itu, kami seperti kembali ke pola yang sama di gim pertama. Terus ditekan dan tidak berkembang permainannya,” ujarnya menambahkan.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSementara itu, Yeremia menambahkan bahwa konsistensi merupakan hal penting yang harus dimiliki agar bisa meraih kemenangan.
“Permainan kami seperti di Korea Open lalu. Dari awal terus ditekan. Pasangan Jepang itu bermain bagus dan tidak memberi kesempatan kami untuk berkembang,” kata Yeremia.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman“Kami sebenarnya sudah mencoba dan sempat bisa bangkit di gim kedua. Namun, kami kurang konsisten. Akhirnya, ya ditekan dan diserang terus,” imbuhnya. Red/HS