Putraindonews.com - Gorontalo | Gempa bumi baru saja melanda wilayah Provinsi Gorontalo. Gempa dirasakan warga hingga di wilayah pesisir Utara, di Kabupaten Gorontalo Utara.
"Gempa sangat terasa. Saya sempat membangunkan anak-anak mengingat guncangan gempa cukup terasa di dalam rumah kami," kata Aishma, warga Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, Minggu (11/6).
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineIa mengatakan, gempa tidak berlangsung lama namun guncangan sangat terasa. "Saya merasa kaget karena dalam posisi diam di tempat. Namun tidak terlalu panik karena meski guncangan sangat terasa namun tidak berlangsung lama," katanya.
Ruslan (38), warga lainnya, mengatakan hal yang sama. "Kami sekeluarga merasakan guncangan gempa. Cukup membuat kaget sebab saya sementara memangku anak kami yang masih bayi. Sangat terasa karena kursi yang saya duduki ikut bergoyang meski hanya berlangsung sesaat," katanya.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatNita Rahim (27) di Dusun Hulapa Pantai, Desa Bulalo, mengaku ikut merasakan gempa. "Kami sontak teriak sebab bambu tempat duduk ikut bergoyang," katanya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, disampaikan pihak operasional Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Gorontalo, mengatakan, gempa tektonik magnitudo 5.4 terjadi sekitar pukul 09.42 WITA.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatLokasi gempa berada di 0.04 Lintang Selatan, 123.08 Bujur Timur atau 64 kilo meter Barat Daya Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, di kedalaman 121 kilo meter.
Gempa tidak berpotensi tsunami. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi slab lempeng Laut Sulawesi.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanHasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal fault).
Dampaknya dirasakan di Kota Gorontalo, Luwuk II MMI, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara I - II MMI. Red/Abi
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla