Putraindonews.com, Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo meminta kepada seluruh WNI di Jepang untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa 7,5 magnitudo mengguncang Prefektur Aomori pada Senin malam waktu setempat.
Gempa yang berpusat di lepas pantai timur Prefektur Aomori itu terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat dengan kedalaman 54 kilometer.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatDalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi pada Selasa (9/12), KBRI Tokyo mengatakan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang kerap terjadi di Jepang sehingga WNI diminta tetap tenang dan waspada.
KBRI mengingatkan WNI untuk terus memantau perkembangan dan situasi melalui berbagai kanal media nasional Jepang serta mengikuti seluruh arahan otoritas setempat, termasuk mempelajari rute evakuasi dan menyiapkan tas darurat, dokumen penting, serta uang tunai secukupnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatHingga Selasa pagi pukul 08.30 waktu setempat, KBRI menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak gempa tersebut.
WNI yang menghadapi situasi dan kondisi darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419 atau KJRI Osaka di +81-80-3113-1003.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanGugus Tugas pada Crisis Management Center kantor perdana menteri Jepang telah diaktifkan, sementara Cabinet Office dan Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait potensi gempa susulan. Red/HS