JAKARTA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, NTB, melaporkan warganya merasakan getaran lemah saat gempa M6,9 terjadi di sekitar Laut Banda pagi tadi, Jumat (21/8), pukul 11.09 WIB. Warga setempat merasakan gempa selama 1 hingga 2 detik.
BPBD Kota Mataram mencatat sejauh ini tidak ada laporan terkait dampak dari gempa. Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram Andi mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatSedangkan BPBD Kabupaten Sumbawa di NTB, warga merasakan getaran lemah dan tidak panik saat gempa terjadi. BPBD Kabupaten juga mencatat tidak ada laporan dampak dari kecamatan dan desa.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Flores Timur Lenny menginformasikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, perangkat desa dan instansi lainnya. Sejauh ini tidak ada laporan dampak dari mereka. Warga Larantuka, Flores Timur, NTT tidak merasakan getaran saat gempa terjadi.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa bumi pada Jumat (21/8), pukul 11.09 WIB di wilayah Laut Banda. Gempa tektonik dengan magnitudo M6,9 berlokasi di laut pada jarak 165 km tenggara Buton, Selatan Sulawesi Tenggara pada kedalaman 586 km. BMKG menginformasikan berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG menganalisis berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut disebabkan adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (Normal Fault)," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono pada Jumat (21/8) melalui pesan digital.
Ia menambahkan hingga pukul 11.50 WIB terjadi satu aktivitas gempa susulan. Gempa susulan atau aftershock tersebut berkekuatan M5,0.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaBMKG menganalisis bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Waingapu dan Wakatobi III-IV MMI, Mataram, Sumbawa Besar III MMI, Kota Bima, Ende, Ruteng, Kairatu, Banda II-III MMI, Tambolaka, Kendari, Kupang, Ternate dan Alor II MMI. Red/Ben