Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Gubernur WH: Banten Bisa Menjadi Pusat Budaya, Pusat Kajian

S Samsuddin 17 Feb 2020 0 komentar
Gubernur WH: Banten Bisa Menjadi Pusat Budaya, Pusat Kajian
PUTRAINDONEWS.COM

Banten | 17 Februari 2020. "Banten bisa menjadi ikon budaya Islam. Kita kembalikan era kejayaan sebagai pusat budaya, pusat kajian seperti di masa lalu."

Demikian diungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat menyambut Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin dalam pembukaaan Jelajah Nusantara dan Pameran Artefak Rasulullah saw dan Para Sahabat Nabi saw di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang (Minggu, 16/2/2020).

Baca JugaElim Tyu Samba: Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet "Tidak Elok"

Sebelumnya, Gubernur WH ungkapkan saat awal dirinya menjabat Gubernur Banten kondisi Kawasan Kesultanan Banten kumuh dan kotor. Pemprov Banten melakukan revitalisasi dengan dana hampir Rp 200 miliar. Kini, setelah direvitalisasi jumlah pengunjung ke Kawasan Kesultanan Banten mencapai 9 juta orang dalam satu tahun.

"Orang yang ziarah Walisongo, belum tuntas kalau belum datang ke sini (Kawasan Kesultanan Banten, red)," tambahnya.

Baca JugaKepulan Asap Kluar dari Tas, Penumpang KRL Dibuat Panik

Gubernur WH pun paparkan rencana Pemprov Banten untuk membangun Islamic Center di Tanara Kabupaten Serang hingga perbaikan akses jalan dari Tanara menuju Kawasan Kesultanan Banten dan kawasan peziarahan Syech Mansyur Cikaduen dan Syech Asnawi Caringin Kabupaten Pandeglang.

"Kita juga ada tanah. Nanti kita bangun pusat kajian kitab-kitab Syeh Nawawi. Para ustad di Banten harus hafal dan paham kitab-kitab Syeh Nawawi. Nanti kita adakan kajian di sini. Kita akan bangun hall besar yang berkapasitas lima ribu orang. Semua aktivitas keagamaan Islam kita arahkan ke sini (Kawasan Kesultanan Banten, red)," ungkap Gubernur.

Baca JugaGeger 20 Siswa dari Dua Sekolah di Kota Blitar Diduga Keracunan MBG

"Kantor organisasi-organisasi keaagmaan akan kita tempatkan di sini," tambahnya.

 

Dikatakan, Pemprov Banten sudah minta ijin kepada Kepurbakalaan untuk melakukan revitalisasi seperti halnya apa yang dilakukan di kawasan Candi Borobudur. Termasuk pula untuk pembangunan ekonomi masyarakat dengan membangun homestay dan pusat oleh-oleh khas Banten.

Baca JugaKetuk Pintu Langit, Puluhan Rekan Profesi di Medan Doakan Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan Erupsi GAK

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga paparkan rencana pembangunan Asrama Haji Pemprov Banten di Kabupaten Tangerang, sekitar kawasan Bandara Soekarno Hatta. Dengan luas lahan 25 hektar dan anggaran Rp 110 miliar. Pembangunan asrama haji ini diharapkan lebih mendekatkan jarak calon jamaah haji Provinsi Banten sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga. Sekaligus akan mengangkat perekonomian daerah setempat sertas penyerapan tenaga kerja. 

"Hanya 6 hingga 10 menit untuk ke Bandara Soekarno Hatta," ungkap Gubernur WH.

Baca JugaGubernur Malut Sherly Tjoanda Disorot di Forum PBB, Bisnis Pertambangannya Dikuak ke Publik

Sementara itu Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin menegaskan, Pameran Artefak Rasulullah saw dan Sahabat Nabi saw sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Rasulullah saw yang menjadi uswatun hasanah.

"Menjadi inspirasi untuk meneladani Rasululullah saw. Menjadi inspirasi generasi muda untuk mempelajari sejarah rasulullah saw," tegas Wapres.

Baca JugaZona SAR Selat Sunda Diperluas, Dayung Serunting IMO-Indonesia Monitoring Garis Pantai Lampung-Bengkulu

"Dengan ini pula, semoga umat islam mendapatkan keberkahan dan mengambil pelajaran dari Rasulullah saw," tambahnya.

Sebagai informasi, artefak yang merupakan  benda-benda kepemilikan Nabi Muhammad saw dan para sahabatdibawa dari Makkah dan Madinah , Turki, Syria, India, serta Yordania. yang terdiri dari 41 macam peninggalan. Pameran di Museum Kepurbakalaan Banten Lama itu berlangsung pada 16 - 18 Pebruari  2020. Pameran serupa akan dilakukan di 18 kota di Nusantara dan di mulai dari Banten. (**)

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

Bagikan berita:

Berita Terkait