Putraindonews.com, Jakarta – Vox Politica Research merilis hasil survei tentang kinerja Menteri Kabinet Merah Putih dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya menunjukkan sejumlah catatan kritis dari para responden, mulai dari efektivitas kerja kementerian hingga kemampuan pimpinan partai dalam mengarahkan partainya mendukung program pemerintah sekaligus menjalankan fungsi legislatif dan pengawasan di DPR.
Baca JugaMenyongsong Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Daya Beli TertekanDirektur Eksekutif Vox Politica Research Fadhly Alimin Hasyim mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pejabat publik tidak sekadar berkaitan dengan sosok atau figur, tapi dipengaruhi sejumlah aspek.
Survei tersebut juga mengungkap alasan responden merasa tidak puas terhadap kinerja para menteri yang disebutkan. Sebanyak 41,5 persen mengaitkannya dengan potensi korupsi, 31,5 persen menyebut program yang dinilai belum terasa di masyarakat, 27,5 persen menilai kebijakan kurang tepat, 15,5 persen menyoroti komunikasi yang buruk, dan 12,5 persen menyebut pejabat dinilai tidak responsif.
Baca JugaKoalisi Partai Nonparlemen Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 PersenMenurut Fadhly, hasil tersebut menunjukkan sejumlah aspek yang menjadi perhatian masyarakat dalam mengevaluasi kinerja pejabat publik.
“Data ini memperlihatkan bahwa responden memberikan perhatian serius terhadap integritas diri menteri dan seberapa jauh program pemerintah memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Ketepatan kebijakan, komunikasi, dan responsivitas juga menjadi bagian dari evaluasi publik,” ujarnya.
Baca JugaPBNU Somasi Media ke Dewan Pers Soal Tudingan Aliran Uang ke MuktamarVox Politica Research turut menanyakan tindakan yang dianggap perlu dilakukan terhadap menteri yang dinilai belum menunjukkan kinerja memuaskan.
Sebanyak 67,5 persen responden memilih opsi pemberhentian dari jabatan menteri.
Baca JugaRAPI Minta MK Batalkan Gugatan Pencalonan GibranSementara itu, sebanyak 15,5 persen responden memilih pemindahan tugas, 10 persen menginginkan menteri tetap dipertahankan, dan 5 persen memilih pemberian target perbaikan. Adapun 2 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Berdasarkan indikator Top of mind (Negative Salience) untuk para Menteri dengan kinerja paling tak memuaskan, urutannya secara tertinggi hingga rendah sebagai berikut:
Baca JugaDiterpa Isu Korupsi, IPO Nilai Nusron Wahid Layak MundurNusron Wahid 41,5 persen.
Raja Juli Antoni 17 persen
Natalius Pigai 13 persen
Agus Andrianto 10 persen
Rini Widyantini 7 persen
Widiyanti Putri Wardhana 5,5 persen
Arifatul Choiri Fauzi 4 persen.
2 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Diketahui, durvei Vox Politica Research dilaksanakan pada 15–25 September lalu melalui wawancara telepon terhadap 1.200 responden yang tersebar di 27 provinsi. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Red/HS
Baca JugaPrabowo Diminta Siapkan Dua Nama Cawapres Pengganti Gibran