Putraindonews.com, Pupuan - Integrasi antara Sistem Informasi Desa (SID), website desa, dan media sosial dinilai menjadi strategi penting dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi desa kepada masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, saat melaksanakan kegiatan Dengar Pendapat dan Workshop Komunikasi serta Publikasi yang diikuti Operator SID desa se-Kecamatan Pupuan, Rabu (24/6).
Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia BaruMenurut Ariasa, perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa untuk membangun citra positif sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Integrasi SID, website, dan media sosial merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi desa. Informasi yang dikelola dengan baik tidak hanya meningkatkan pelayanan publik, tetapi juga mampu menjadi sarana promosi yang efektif bagi potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata desa,” ujar I Wayan Ariasa.
Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi SamudraSementara itu, Camat Pupuan yang diwakili Kasi Pemerintahan, Dewa Gede Nuriyasa, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan diskusi, tetapi juga workshop praktis bagi para operator SID.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya publikasi, tetapi juga membekali operator SID dengan keterampilan menulis berita sesuai kaidah jurnalistik. Harapannya, informasi yang disajikan desa menjadi lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami masyarakat,” kata Dewa Gede Nuriyasa.
Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan TahtaMelalui kegiatan tersebut, Nuriyasa berharap para operator SID semakin mampu mengelola informasi desa secara profesional, akurat, dan berkelanjutan, sehingga berbagai program serta potensi desa dapat dikenal lebih luas melalui platform digital yang terintegrasi. Red/GW