Putraindonews.com, Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) buka suara terkait peristiwa terbakarnya dua kapal tanker akibat terkena ranjau saat hendak melintasi wilayah perairan Selat Hormuz.
"Dua kapal tanker, yang mematikan sistem navigasi dan identifikasi, dengan dukungan militer agresor Amerika, berupaya meninggalkan wilayah tersebut melalui rute yang dianggap tidak sah atau dilarang di Selat Hormuz. Kapal-kapal itu kemudian menabrak ranjau yang mengakibatkan kebakaran dan menghentikan laju kapal," demikian menurut pernyataan IRGC, Jumat (6/11).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026IGRC juga menyampaikan bahwa pencegatan terhadap sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik AS.
Militer Iran lalu menyebut telah berhasil menggagalkan aktivitas intelijen AS di sekitar Pulau Qeshm di wilayah selatan Iran.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran. Red/HS