Putraindonews.com, Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas, Iran melalui lembaga penyiaran nasional Iran berhasil meluncurkan satelit geostasioner khusus pertamanya, “Jam-e Jam 1”, yang terdaftar secara internasional dengan nama “Iran DBS”.
Langkah tersebut menandai misi strategis Iran untuk memperkuat infrastruktur media berbasis antariksa negara tersebut.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Melansir presstv.ir, media penyiaran pemerintah Iran pada, Kamis (12/2), satelit yang baru diluncurkan itu dimiliki oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) dan diluncurkan ke luar angkasa dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.
Satelit Jam-e Jam 1 ditempatkan ke orbit beberapa menit setelah peluncuran menggunakan roket pembawa Proton-M, bersama dengan sebuah satelit meteorologi Rusia.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaMenurut Departemen Pengembangan Media dan Teknologi IRIB, Jam-e Jam 1 merupakan langkah teknis dan operasional pertama menuju penerapan teknologi penyiaran radio dan televisi interaktif generasi baru.
Satelit ini dirancang untuk mentransmisikan sinyal audio dan video interaktif ke stasiun penyiaran publik berbasis darat, sehingga menjadi fondasi bagi layanan penyiaran massal interaktif. Red/HS
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel