Putraindonews.com, Jakarta – Aliansi warga Nahdliyin yang tergabung dalam Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama (KPK NU) mengadakan aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).
Kurang lebih sebanyak 200 orang dikabarkan ikut dalam aksi tersebut. Massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait dugaan praktik politik uang atau risywah dalam proses Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Baca JugaBupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pungli PBGKoordinator aksi, Muhamad Sholihin, mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk desakan moral agar dugaan pelanggaran dalam proses Muktamar diperiksa melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami punya keyakinan bahwa sekarang sudah mulai terbukti dan terbuka. Kami akan menyampaikan aspirasi dan alat bukti terkait dugaan money politics yang terjadi dalam proses penyuksesan Muktamar,” kata Sholihin dalam orasinya. Red/HS
Baca JugaMA Tolak Kasasi JPU, 8 Bankir Kasus Kredit Sritex Bebas Pidana