Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Karang Taruna Gantarangkeke Dinilai Mati Suri, Warga Soroti Minimnya Peran Sosial Pemuda

S Samsuddin • 30 Jan 2026 • 0 komentar
Karang Taruna Gantarangkeke Dinilai Mati Suri, Warga Soroti Minimnya Peran Sosial Pemuda

Putraindonews.com, Bantaeng - Keberadaan Karang Taruna Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, dinilai hanya tinggal nama. Organisasi kepemudaan yang seharusnya menjadi wadah kreativitas dan pergerakan sosial itu disebut tidak lagi menunjukkan aktivitas nyata di tengah masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Jufriadi, warga Gantarangkeke, yang menilai Karang Taruna Kecamatan mengalami “mati suri” meski secara administratif masih memiliki legalitas kepengurusan. Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada stagnasi peran pemuda di tingkat kecamatan.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

“Secara de jure mungkin masih ada SK dan kepengurusan, tetapi secara de facto Karang Taruna tidak menjalankan fungsi sosialnya. Kehadirannya nyaris tidak dirasakan,” kata Jufriadi, Jumat (30/1).

Ia menyoroti sedikitnya tiga persoalan mendasar yang dinilai menjadi kegagalan sistemik organisasi tersebut. Pertama, absennya kehadiran sosial Karang Taruna dalam merespons persoalan kemasyarakatan dan kebutuhan ekspresi pemuda. Hingga kini, kata dia, tidak terlihat program kerja yang menyentuh langsung masyarakat maupun upaya pemberdayaan pemuda.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Kedua, organisasi dinilai bersifat elitis dan tertutup. Jufriadi menyebut Karang Taruna Kecamatan terkesan hanya dikelola oleh segelintir pengurus inti, sementara pengurus di tingkat desa dan kelurahan berjalan tanpa koordinasi dan pembinaan yang jelas.

“Aspirasi pemuda di tingkat bawah seperti diabaikan. Narasi kesetiakawanan sosial hanya menjadi slogan tanpa implementasi,” ujarnya.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Persoalan ketiga adalah mandulnya proses regenerasi kepemimpinan. Pasifnya Karang Taruna Kecamatan disebut menyebabkan tidak lahirnya kader-kader muda yang kritis dan solutif, karena ruang pembinaan dan pengkaderan praktis tidak berjalan.

Atas kondisi tersebut, Jufriadi mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Gantarangkeke. Ia menilai pengurus yang tidak lagi mampu menjalankan amanah sebaiknya memberi ruang bagi pemuda lain yang siap bekerja dan bergerak.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

“Gantarangkeke membutuhkan pemuda yang hadir di lapangan dan bekerja nyata, bukan yang hanya aktif dalam seremonial. Jika tidak mampu, lebih baik mundur secara terhormat,” tegasnya.

Ia berharap Karang Taruna kembali menjalankan peran strategisnya sebagai motor penggerak pemuda dan mitra sosial masyarakat, bukan sekadar menjadi organisasi formal tanpa aktivitas dan kontribusi nyata. Red/MB

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Bagikan berita:

Berita Terkait