Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Kebakaran Depo Plumpang, Yakub Ismail: Solusi Lebih Penting dari Menyalahkan

S Samsuddin • 05 Mar 2023 • 0 komentar
Kebakaran Depo Plumpang, Yakub Ismail: Solusi Lebih Penting dari Menyalahkan

***

Putraindonews.com - Jakarta | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail angkat bicara perihal imbas bencana kebakaran kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Yakub menilai, mencari solusi atas musibah tersebut jauh lebih baik daripada saling menyalahkan atau mencari kambing hitam di balik bencana ini.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

“Saya kira yang jauh lebih penting saat ini ialah mencari solusi, bukan saling menyalahkan satu sama lain,” kata Yakub di Jakarta, Minggu (5/3).

Yakub mengatakan itu untuk menanggapi pihak-pihak yang meminta agar Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT. Pertamina mundur dari jabatannya.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Nicke didesak mundur lantaran dianggap gagal dalam mengelola manajemen kecelakaan kerja. Apalagi, kelompok yang meminta Nicke mundur melihat masalah ini bukan pertama kali kejadian, melainkan sudah berkali-kali.

Kendati begitu, bagi Yakub human error merupakan sesuatu yang lumrah pada diri setiap orang. Sehingga tidak tepat menyalahkan seseorang karena kesalahan yang dilakukannya.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

“Apalagi kalau itu bukan karena faktor kesengajaan ataupun kelalaian, melainkan karena murni bencana. Sehingga dalam konteks ini, yang tepat adalah mencari akar persoalan bagaimana pembenahannya ke depan, bukan meminta yang bersangkutan mundur dari tanggung jawab,” kata Yakub.

Yakub meyakini penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang ini akan dilakukan investigasi mendalam oleh pihak berwenang untuk mengungkap akar masalahnya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

“Untuk itu, kita harapkan tidak ada lagi goreng-menggoreng. Semua kita serahkan ke penegak hukum untuk mengungkap siapa-siapa yang bersalah dalam perkara ini. Kita tidak perlu mendahului kewenangan penegak hukum,” pungkasnya. Red/HS

***

Bagikan berita:

Berita Terkait