Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Kecamatan Setu Bina Satgas UCT Terpadu

S Samsuddin 03 Oct 2018 0 komentar
Kecamatan Setu Bina Satgas UCT Terpadu
PUTRAINDONEWS.COM

SETU | Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Pembinaan Satgas Unit Cegah Tangkal (UCT) Terpadu pada Selasa, 2 Oktober 2018 di Aula Kantor Kecamatan Setu, Tangsel.

Puluhan peserta dari masing-masing Kelurahan mengikuti pembinaan dengan narasumber dari BPBD, Damkar, dan Satpol PP Tangsel.

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Setu Ade Kurniawan, Kecamatan Setu memiliki Satgas UCT sejak tahun 2017. Karena daerah Setu merupakan wilayah rawan bencana.

"Untuk itu kali ini kami berikan pembinaan agar Satgas UCT pengetahuan tentang penanganan bencananya bisa bertambah," ungkap Ade.

Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBG

Sementara, perwakilan BPBD Tangsel Asep Sopandi mengatakan bahwa Tangsel cukup berpotensi mengalami gempa. Untuk itu warga patut tahu langkah-langkah apa saja dalam menghadapi gempa.

"Jika ada gempa jangan panik, lindungi kepala, berlindung dibawah meja, jauhi kaca dan cari lapangan terbuka. Jika di gedung harus ada tanda-tanda jalur evakuasi, agar warga tahu harus lari kemana jika terjadi bencana," ungkapnya.

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

Jangan menyimpan barang berat dan mudan jatuh diatas lemari, karena itu berpotensi jatuh dan membuat luka jika terjadi gempa.

Di tempat yang sama Komandan Regu Damkar Tangsel, Davis Ferdian menjelaskan tentang langkah-langkah jika terjadi kebakaran.

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

"Jika ada api mula, maka harus langsung dipadamkan. Jangan takut atau mendiamkannya, karena api mula biasanya baru kecil dan bisa diatasi langsung. Namun jangan lupa tetap telepon damkar," bebernya.

Menurutnya, biasa yang terjadi di lapangan ketika petugas Damkar datang api sudah membesar rata sehingga sulit untuk dipadamkan dan malah api menjalar kemana mana.

Baca JugaPencarian Lima Jurnalis Terus Berlanjut, Nelayan Gelar 'Nyiar Buhun'

"Jika informasinya kurang cepat maka Damkar terlambat datang. Padahal jika di Tangsel paling telat kurang dari 10 menit sudah bisa sampai ke lokasi, sebab di Tangsel terdapat 6 pos Damkar yang menyebar di tiap Kecamatan," bebernya. (**)

Bagikan berita:

Berita Terkait