Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Kemendagri Harap Tingginya Pengguna Internet di Indonesia Jadi Alat Demokrasi

S Samsuddin • 25 Oct 2024 • 0 komentar
Kemendagri Harap Tingginya Pengguna Internet di Indonesia Jadi Alat Demokrasi

Putraindonews.com, Jakarta - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Sugeng Haryono mengharapkan agar tingginya pengguna internet di Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai alat demokrasi.

"Kebutuhan biaya demokrasi luar biasa mahal," kata Sugeng di Jakarta, Kamis (24/10), saat menyampaikan pidato kunci pada acara Dialog Demokrasi bertema "Masa Depan Demokrasi di Era Digital dalam Kepemimpinan Presiden Terpilih".

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Menurut ia, saat ini jumlah penduduk Indonesia lebih dari 275 juta jiwa dan dari data tersebut, pengguna internet mencapai 78 persen. Bahkan jumlah telepon seluler jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk.

Dengan jumlah tersebut, lanjut Sugeng, perlu adanya pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan demokrasi di Indonesia yang saat ini menelan biaya mahal.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Selain itu, Badan Riset Inovasi Negara (BRIN) juga telah meriset penggunaan electronic vote (pemungutan suara berbasis elektronik) dan ini harus terus dikembangkan ke arah yang lebih positif.

"Ternyata jumlah gadget lebih banyak dari jumlah penduduk, penggunaan internet juga sudah 78 persen, dan pengguna internet itu usia 15 hingga 65 tahun. Inilah yang menyebabkan kenapa digital ini harus menjadi alat demokrasi," tuturnya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Sugeng menambahkan bahwa dari 275 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 97 persen telah terekam pada KTP elektronik. Hal ini bisa menjadi modal bagi negara untuk memberlakukan electronic vote.

"Kalau suatu saat nanti menggunakan e-voting maka bisa dengan berbasis NIK," katanya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Sementara itu, Direktur Eksekutif The Habibie Center Mohammad Hasan Ansori mengatakan bahwa tujuan diadakannya dialog dengan tema "Masa Depan Demokrasi di Era Digital Dalam Kepemimpinan Presiden Terpilih" untuk mendiskusikan strategi pemanfaatan ruang digital.

"Diskusi ini untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih demokratis dan menjunjung nilai-nilai demokrasi pada era digital," katanya. Red/HS

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Bagikan berita:

Berita Terkait