Putraindonews.com - Jakarta | Ketua Komunitas Migas Indonesia (KMI) S Herry Putranto menyatakan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Sub Holding Upstream Pertamina selalu bekerja sama dengan mitra untuk mengoperasikan sumur-sumur minyak dan gas (migas)
Oleh karena itu, dia menyatakan keyakinannya BUMN tersebut akan menyikapi positif pernyataan agar Pertamina mengerjasamakan sumur-sumur migas yang tidak aktif beroperasi atau idle.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"PHE pasti (menyikapi) positif, karena mereka sudah biasa kerja sama dengan mitra dengan berbagai pola," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/9/23).
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan agar Pertamina bekerja sama untuk sumur idle.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat"Kami sudah minta supaya itu dikerjasamakan atau dilepas, kami sudah kasih aturan untuk itu sudah ada dari Kementerian," ujar Arifin di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (22/9) pekan lalu.
Menurut Herry, permintaan agar bekerja sama lebih merupakan dorongan ulang. Meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan mengejar target lifting 1 juta barel per hari, tetapi setidaknya mampu menggerakkan roda ekonomi pengusaha menengah dan kecil.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat"Kan (produksi) minyak turun terus, makanya dikerjasamakan yang sudah idle lewat KSO. Karena kalau sumur-sumur kecil ditotal, mentok 10 ribu barel per hari. Tetapi memang lumayan buat mitra berskala kecil," katanya.
Kapasitas produksi sumur-sumur kecil yang idle tersebut, tambahnya, umumnya di bawah 3.000 barel per hari, sedangkan yang berkapasitas sekitar 3.000-4.000 barel per hari, bisa dikerjakan mitra berskala menengah seperti Indika.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan"Jika seluruh sumur idle itu dikerjasamakan mungkin produksi minyak yang terkumpul bisa mencapai 10 ribu barel per hari,"kata dia.
Bahkan, imbuhnya, kerja sama juga bisa dilakukan dengan perguruan tinggi atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Red/HS
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla