Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Kisah Juang Pelaku UMKM di Watu Bolo Nusa Tenggara Timur

S Samsuddin • 10 Jul 2023 • 0 komentar
Kisah Juang Pelaku UMKM di Watu Bolo Nusa Tenggara Timur

Putraindonews.com - NTT | Memasuki era Digital, sudah lazim kita temukan para pelaku UMKM yang gencar beradu strategi bisnis demi menangkan pasar.

Namun ada yang unik, para UMKM di Watu Bolo Km7, Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya masih tetap Bertahan dengan membuka stan dipinggir jalan.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Pantauan Putraindonews.com, belasan UMKM ini mengandalkan produk lokal dalam menjamu para tamu yang singga di lopo, seperti air kelapa muda, kopi Sumba Mie Instan serta buah-buahan lainnya.

Memasuki wilayah ini memang adem, pasalnya dikelilingi pepohonan yang begitu banyak membuat cuacanya terasa segar.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Ditemui Putraindonews.com, Yanti salah seorang pedagang Watu Bolo mengatakan bahwa awal pembuatan lopo bagi seluruh pedagang tersebut atas ijin pegawai kehutanan Sumba Barat Daya.

"Pas kami mau bangun, kami tanya di pegawai kehutanan, katanya silahkan bangun usaha dan bangun lopo, asalkan jaga kebersihan," ungkap Yanti ditemani sang anak kepada Putraindonews.com, Senin (10/7).

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Menurutnya, tempat tersebut cukup ramai, namun banyak pengunjung yang sarankan untuk segera membangun WC umum berbayar.

"Lumayan ramai, kalau pas ramainya kadang kami dapat 100 lebih per hari, kalau kami berharap ada bangunan WC umum saja, karena banyak pengunjung minta kami bangun WC umum berbayar, tapi baru-baru kami sudah disampaikan oleh kepala desa bahwa nanti akan dibangun WC umum," pintanya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Diketahui para pedagang Watu Bolo ini bisa mencetak 2 Jutaan per bulannya. Berharap mendapat sentuhan lebih dari pemerintah desa setempat. Red/Nov

Bagikan berita:

Berita Terkait