***
Putraindonews.com - Jakarta | Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengharapkan segala bentuk kegiatan bernuansa keagamaan tidak membawa muatan politis.
“Seperti Majelis Zikir Al Khidmah ini. Meski dihadiri tokoh ormas politik dan pejabat negara, tapi kegiatan berlangsung tanpa muatan-muatan politis,” kata Moeldoko pada acara Haul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (5/3).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatPihaknya menyampaikan, keberadaan majelis-majelis zikir sangat penting untuk memperkuat persatuan Indonesia yang memiliki keragaman suku, adat, budaya, bahasa, dan agama.
“Sebab majelis seperti ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa pun yang ingin menempuh perjalanan mendekat kepada Allah SWT tanpa membedakan baju dan kulit luar,” ujar dia.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatMantan Panglima TNI itu memohon seluruh jemaah untuk tidak henti-hentinya mendoakan bangsa dan negara agar bisa melewati berbagai tantangan dan ancaman global.
“Lingkungan global saat ini menghadapi krisis pangan, energi, dan keuangan. Untuk itu, saya memohon doanya agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin bisa melewati tantangan itu tanpa ada hambatan,” ungkapnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanHaul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal dihadiri kalangan habib, kiai, alim ulama, dan diikuti lebih dari dua ribu jemaah dari berbagai kota di Indonesia.
Majelis Zikir Al Khidmah didirikan KH Ahmad Asrori Al Ishaqi pada 25 Desember 2005 yang berpusat di Pondok Pesantren Al Fitrah Kedinding, Surabaya. Red/HS
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla ***