Putraindonews.com, Jakarta – Sejarah baru berhasil diukir Masjid Istiqlal melalui gebrakan besar yang dilakukan.
Gebrakan terkini terus coba dilakukan dengan memperkuat perannya sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga pengembangan ekonomi masyarakat.
Baca JugaGuruh Soekarnoputra Meninggal DuniaSalah satu langkah yang dijalankan yakni pembinaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal mempunyai sejumlah program yang berfokus pada penguatan ekonomi umat, salah satunya melalui Istiqlal Global Fund (IGF).
Baca JugaTemuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Buat Menkum Dicaci Publik"Istiqlal Global Fund menjadi semacam business center dan memberikan pelatihan kepada pengusaha-pengusaha muslim, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," ungkap Nasaruddin, Jumat (7/8).
Lanjutnya, Masjid Istiqlal juga mengembangkan skema pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf produktif melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia.
Baca JugaPolri Luncurkan Pembayaran Denda Tilang dan STNK Digital"Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya. Red/HS