Putraindonews.com - Kupang | Masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, tepatnya di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan pembangunan 100 unit rumah tahan bencana.
Program bantuan tersebut diberikan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam rangka membantu menyediakan tempat tinggal bagi warga setempat yang membutuhkan.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Ada 20 unit di Desa Alas Selatan, 20 di Desa Alas, 20 di Desa Alas Utara, 20 di Desa Kota Biru, Kecamatan Kobalima Timur, serta 20 unit di Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sabtu (17/6).
Pembangunan rumah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Mensos Risma bersama Bupati Malaka Simon Nahak saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malaka, Jumat (16/6).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatBantuan itu diberikan secara bertahap dimulai dengan pembangunan 20 unit rumah bagi warga di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur senilai Rp3,3 miliar.
Mensos mengatakan pembangunan rumah tahan bencana di area perbatasan merupakan bagian dari tugas Kementerian Sosial dalam menangani kawasan tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatTerkait bantuan rumah tahan bencana di kawasan 3T tersebut, Mensos akan mengupayakan anggaran untuk pembangunannya.
Selain bantuan pembangunan rumah tahan bencana, Mensos juga menyerahkan bantuan 100 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan 1.500 ekor ayam petelur untuk dikelola warga Malaka.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanDalam kunjungan kerjanya ke Malaka, mantan Wali Kota Surabaya ini juga mempersilakan warga menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satunya Kepala Desa Naimana Anna Seran yang mengeluhkan kondisi desanya yang berubah jadi jalan air saat hujan deras. Hal ini mengakibatkan banjir. Oleh karena itu, ia memohon agar dibantu titik kumpul untuk evakuasi warga berupa rumah panggung.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaNamun, Risma menyebut membangun rumah titik kumpul bukan solusi. Menurutnya, berdasarkan penuturan bupati, hampir semua sungai di Malaka dangkal.
Meski begitu, Risma akan membantu warga desa tersebut dengan mendirikan lumbung sosial. "Nanti kami bangunkan lumbung sosial di kawasan itu supaya ada cadangan logistik saat banjir," ujarnya. Red/Nov
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang