Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Mencetak SDM Konstruksi Adaptif: Kunci Utama Menuju Visi Indonesia Emas 2045

S Samsuddin • 17 Sep 2026 • 0 komentar
Mencetak SDM Konstruksi Adaptif: Kunci Utama Menuju Visi Indonesia Emas 2045
(Ilustrasi/asperkoni.or.id)

Putraindonews, Jakarta - Menyambut perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia dan mempersiapkan fondasi SDM jangka panjang, ASPERKONI menggelar webinar nasional bertema "Membangun SDM Konstruksi yang Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045" pada Rabu, 16 September 2026 pukul 11:00 WIB.

Pembangunan fisik dan mega proyek infrastruktur tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang unggul, adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi masa depan. Visi Indonesia Emas 2045 menuntut angkatan kerja konstruksi nasional untuk bertransformasi dari sekadar tenaga kerja tingkat eksekusi (unskilled labor) menjadi tenaga kerja berbasis pengetahuan (knowledge-based worker).

Ir. Sarjono Puro, M.T., narasumber utama dalam forum pemikiran ini, memaparkan secara lugas bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia. Menurut beliau, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi di sektor konstruksi sangat tergantung pada kecepatan adaptasi kurikulum pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan proses sertifikasi keahlian.

 

"Tahun 2045 tinggal dua dekade lagi. Jika kita tidak menyiapkannya dari sekarang, proyek-proyek bernilai tinggi di tanah air akan terus didominasi oleh tenaga ahli asing. SDM konstruksi kita harus adaptif—artinya tidak hanya jago secara teknis sipil konvensional, tetapi juga fasih menggunakan alat digital, memahami green construction, dan berwawasan lingkungan," tegas Ir. Sarjono Puro, M.T.

 

Ir. Sarjono Puro, M.T. menyoroti kesenjangan (gap) kompetensi yang masih sering ditemukan antara lulusan perguruan tinggi/vokasi dengan kebutuhan riil industri konstruksi di lapangan. Untuk menjembatani hal tersebut, beliau menawarkan konsep Continuous Professional Development (CPD) atau Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang terstruktur bagi seluruh teknisi dan insinyur.

 

TRIPLE HELIX PEMBENTUKAN SDM ADAPTIF 2045

  • [ Akademisi / Vokasi ]→ Kurikulum Berbasis BIM & Green Building
  • [ Industri / BUJK ]→ Fasilitas Magang & Upskilling Nyata
  • [ Pemerintah / LPJK ]→ Standardisasi & Sertifikasi Terjangkau

 

Peta pilar di atas menggambarkan pentingnya pendekatan Triple Helix—kolaborasi erat antara dunia pendidikan vokasi, industri jasa konstruksi, dan pemerintah—dalam merancang standar kompetensi kerja nasional yang relevan dengan perkembangan zaman.

Selain penguasaan hard skills, Ir. Sarjono Puro, M.T. menekankan pentingnya pengembangan soft skills bagi insan konstruksi modern, seperti kemampuan komunikasi interdisipliner, kepemimpinan proyek, pemahaman hukum kontrak konstruksi (FIDIC), serta etika keprofesian.

 

"Bangunan yang kokoh lahir dari tangan-tangan insinyur yang berintegritas tinggi. Mengembangkan SDM konstruksi adaptif bukan hanya soal mengajari mereka cara mengoperasikan perangkat lunak baru, melainkan membentuk karakter kerja yang menjunjung tinggi keselamatan kerja dan kualitas karya," pungkas Ir. Sarjono Puro, M.T.

 

Webinar ini menjadi pemicu semangat bagi generasi muda insinyur dan praktisi konstruksi yang hadir untuk terus mendongkrak kapasitas diri demi mengawal cita-cita besar bangsa menjadi kekuatan ekonomi utama dunia pada tahun 2045. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait