Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Mengenal Kuda Sandalwood Sumba, Syarat Makna bagi Budaya dan Kehidupan Masyarakat Sumba

S Samsuddin • 20 Aug 2023 • 0 komentar
Mengenal Kuda Sandalwood Sumba, Syarat Makna bagi Budaya dan Kehidupan Masyarakat Sumba

Putraindonews.com - NTT | Kuda merupakan salah satu hewan yang sarat akan makna bagi masyarakat Sumba. Kuda begitu dihormati. Masyarakat sendiri menyebut mereka dengan nama "ndara".

Kehadirannya memang memberikan pengaruh besar terhadap budaya bahkan kehidupan masyarakat Sumba.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Boleh dibilang kuda sandalwood pony adalah hewan endemik Sumba. Karena konon katanya kuda ini hanya dikembangbiakkan di Pulau Sumba.

Kuda sandalwood pony awalnya lahir dari hasil penyilangan genetika kuda keturunan Arab dengan kuda poni lokal. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki penampilan.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Maka tidak heran apabila kuda yang ditemui di setiap sudut tanah Marapu ini tampak gagah, pemberani, serta memiliki ketahanan tubuh yang baik.

Nama sandalwood pony sendiri dikaitkan dengan kayu cendana (sandalwood tree) yang menjadi komoditas ekspor dari Pulau Sumba dan daerah sekitarnya pada masa lampau.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Awalnya kuda ini difungsingkan sebagai alat pengangkut barang atau kendaraan perang. Namun seiring dengan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari, kuda kemudian menjadi mas kawin di kalangan masyarakat Sumba. Yang kalau dalam bahasa lokal mas kawin disebut 'belis'.

Kuda yang menjadi status sosial masyarakat juga diyakini sebagai tunggangan terakhir masyarakat Sumba menuju alam baka. Karenanya kuda selalu ada dalam setiap acara penting masyarakat hingga perhelatan tahunan yakni Pasola.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Saat dikonfrimasi Putraindonews, Salah seorang Tokoh Adat, Talo Goro yang berada di Kampung Sodana, Desa Laboya Dete, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, mengatakan bahwa Kuda memiliki peran besar dalam keberlangsungan tatanan budaya masyarakat Sumba

"Kuda adalah simbol Budaya orang Sumba, Kuda menjadi salah satu alat pelestarian budaya, baik urusan adat (kawin mawin), ridwal pasola, bahkan sebagai sumber pendapatan masyarakat Sumba," pungkas Talo Goro kepada Putraindonews melalui via Telepon, Sabtu (19/8) sore.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Kehadirian Kuda di Pulau Sumba tak hanya dalam lingkaran Budaya semata, melainkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat Sumba. Red/Nov

Bagikan berita:

Berita Terkait