Putraindonews.com, Jakarta – Salah satu direktur sebuah institusi yang mendukung militer Amerika Serikat (AS) menolak terlibat dalam perang menyebut layanan hotline mereka belakangan terus berdering.
Direktur eksekutif dari Center on Conscience & War, Mike Prysner, sebagaimana dilaporkan WANA, mengunggah di platform media sosial X bahwa dirinya menerima banyak panggilan telepon dari prajurit yang menolak ditugaskan berperang melawan Iran.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Lembaga yang dipimpin Prysner belakangan membuka layanan panggilan untuk mengadvokasi para prajurit aktif yang meyakini bahwa perang AS-Israel terhadap Iran adalah kesalahan.
Center on Conscience & War, juga akan memberikan petunjuk bagi para prajurit untuk menolak partisipasi perang.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaDikatakan Prysner, bahwa jumlah tentara yang kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah lebih besar dari yang pernah diberitahukan oleh Pentagon kepada publik.
"Dengan diumumkannya kematian pertama warga Amerika dari perang immoral, banyak prajurit mulai mempertanyakan peran mereka. Peran kami adalah mencari mereka, membela mereka, dan membantu membawa mereka pulang," tandasnya. Red/HS
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel