Putraindonews.com - NTT | Memasuki musim kemarau, sejumlah petani di Sumba ramai menanam tomat.
Namun, saat musim kemarau seperti saat ini, justru hujan berturut-turut, menyebabkan para petani tomat di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya mengaku terancam gagal panen lantaran intensitas hujan yang cukup tinggi.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Ditemui Putraindonews di lahan kerjanya, Anderias mengatakan bahwa kemungkinan gagal panen bisa terjadi, sebab tanaman tomat lebih cocok ditanam di tanah kering.
"Hujan selama tiga hari mengganggu tanaman tomat, dampaknya pohon tomat bisa busuk, dan tomat akan bercak hitam," ujar Anderias dengan nada kesal kepada Putraindonews, Selasa (4/7).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat
Saat ini, Anderias menanam tomat sebanyak 2.000 pohon, memasuki umur dua bulan lebih, tanaman tersebut tergolong masih mudah diserang penyakit, diusia tersebut sambung Anderias, hanya butuh dua kali penyiraman dalam seminggu.
"Seharusnya dua kali dalam seminggu untuk siram air, tapi mau bagaimana lagi, cuaca tidak bisa ditebak," tandasnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatIa berharap, intensitas hujan bisa berkurang, mengingat panen masih di bulan Agustus.
Diketahui, hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik makan dan minum maupun biaya sekolah anak. Red/Nov
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan