Putraindonews.com. Jakarta – Setelah berlangsung selama sepuluh hari, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dinyatakan berakhir.
Penghentian operasi SAR gabungan ini diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9).
Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," ungkap dia.
Menurut Andra, sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di JakartaTim SAR gabungan telah bekerja maksimal dengan mengerahkan 523 personel untuk proses penyisiran di darat, laut bahkan udara dengan luas jangkauan mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi. Red/HS