Putraindonews.com, Tulungagung - SMP Islam Al Azhaar Tulungagung menggelar pelatihan SMART Journalist untuk guru SMP, SMA, SMK, SD serta dua orang murid Kamis (25/7/2024), di Aula sekolah.
Pelatihan jurnalistik ini dipandu oleh Arif Gringsing, wartawan utama sertifikasi BNSP RI.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatPembukaan oleh Ustadz Heru selaku pembawa acara dilanjutkan pembacaan Dzikir Jama’i yang dipimpin oleh Ustadz Syafiik yang menciptakan suasana penuh hikmah dan kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Ustadzah Yuni, Kepala SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, menyampaikan harapannya agar seluruh guru (asatidz) dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaIa juga berharap para guru dapat membuat berita secara mandiri, baik untuk kegiatan umum maupun kegiatan di kelas, sehingga mampu mendokumentasikan setiap momen penting yang terjadi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al Azhaar, Abah Imam, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam membekali guru dengan keterampilan untuk memproduksi berita berkualitas.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang“Diklat ini merupakan upaya penguatan bagi guru untuk menulis laporan kegiatan dengan baik,” tambahnya.
Arif Gringsing memberikan materi yang komprehensif tentang teknik-teknik dasar penulisan berita, kode etik jurnalistik, UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan pentingnya menyajikan berita yang objektif, faktual dan seimbang.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoPeserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk praktek langsung menulis berita.
Di tempat terpisah, Arief Gringsing, saat ramah tamah mengaoresiasi pengetahuan dan pengalaman jurnalistik yang telah dimiliki oleh para peserta.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026“Sebagian besar peserta diklat sudah mahir dan hanya perlu diasah keberaniannya untuk terus menulis dan mempublikasikan,” katanya. Red/MTB