Putraindonews.com, Jakarta- Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat strategi baru dalam mengejar penerimaan pajak tanpa menekan wajib pajak maupun pelaku usaha secara berlebihan.
Langkah baru ini diambil sebagai bentuk kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus menjaga dunia usaha tetap produktif.
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura BesakihPurbaya menuturkan bahwa pendekatan tersebut diterapkan melalui analogi "angsa emas". Dalam perumpamaan itu, wajib pajak atau pelaku usaha yang produktif diibaratkan sebagai angsa, sedangkan pajak yang dibayarkan secara rutin menjadi telur yang memberikan penerimaan bagi negara.
Melalui strategi tersebut, pemerintah tidak ingin pemeriksaan atau penagihan pajak justru mengganggu kelangsungan usaha hingga menyebabkan kebangkrutan.
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan JayaKarenanya, usaha yang berhenti beroperasi akan menghilangkan sumber penerimaan pajak pada tahun-tahun berikutnya.
"Saya enggak akan ngejar-ngejar orang kaya, orang kaya saya periksa, atur semuanya sampai dia bangkrut, enggak begitu," ungkap Purbaya di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/7). Red/HS
Baca JugaSejumlah Pelari Nekat Terobos Pagar Cut-Off Point