Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Penculikan Sekjen HCT Picu Krisis Kemanusiaan

S Samsuddin • 19 Oct 2023 • 0 komentar
Penculikan Sekjen HCT Picu Krisis Kemanusiaan

Putraindonews.com - Jakarta | Anthony Virgine Saint-Pierre, Sekretaris Jenderal Dewan Transisi Tinggi Haiti (HCT), telah diculik, demikian keterangan kepala komite yang mendapat mandat membuat peta jalan bagi pemilihan umum tahun depan.

Negara yang terakhir menggelar pemilu pada 2016 dan sejak Januari lalu tanpa pemerintahan terpilih itu menghadapi krisis kemanusiaan yang diakibatkan oleh gerombolan penjahat yang menguasai sebagian ibukota dan menculik ratusan orang.

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Menurut laporan media lokal yang mengutip kepala HCT Mirlande Manigat pada Rabu (18/10/23), penculikan Saint-Pierre terjadi sekitar sore di kawasan Debussy dekat ibukota Port-au-Prince dan dilakukan oleh sekelompok pria bersenjata lengkap serta berkostum polisi.

Sementara di dekat kawasan Petion-Ville, media setempat juga melaporkan terjadi bentrokan antara polisi nasional Haiti dengan geng Kraze Barye.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Tahun lalu, pemerintahan Perdana Menteri Ariel Henry meminta pertolongan darurat dari pasukan internasional agar membantu polisi menghadapi kelompok kejahatan. Meski permintaan tersebut telah diratifikasi oleh PBB, bantuan tersebut tidak kunjung datang.

Henry berkuasa setelah Presiden Jovenel Moise dibunuh pada 2021, yang menimbulkan kekosongan politik dan memberi kesempatan kepada geng-geng kriminal memperluas wilayahnya.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Dia berjanji segera menggelar pemilu jika kondisi keamanan sudah kembali pulih.

Menurut PBB, sampai September 2023 setidaknya sudah 970 orang warga Haiti diculik. Red/HS

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Bagikan berita:

Berita Terkait