Putraindonews.com - Jakarta | Peristiwa penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta Pusat telah menyita banyak perhatian publik.
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh dalam keterangannya mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat pengurus melaksanakan rapat pimpinan rutin.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Penembakan terjadi di lantai satu, saat kami sedang melaksanakan rapat dengan pimpinan MUI di lantai empat. Rapat rutin ini perdana kami lakukan setelah jeda Idul Fitri, membahas agenda umat," kata Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh saat ditemui di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).
Ni'am menambahkan, pengurus MUI sedang membahas persiapan pelaksanaan halal bihalal dan upaya merajut kebersamaan setelah Idul Fitri dalam rapat rutin ketika insiden penembakan terjadi.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatMenurut dia, insiden penembakan itu berlangsung begitu cepat dan setelah insiden terjadi rapat masih berlanjut.
"Insiden terjadi sangat cepat. Pelaku sempat mendaftar pada resepsionis, dan saat berdiskusi itulah insiden terjadi, yang bersangkutan menembakkan senjatanya tiga kali, dan sudah diidentifikasi polisi, kalau senjatanya airsoft gun," katanya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatNi'am mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian dalam merespons kejadian tersebut. Ia berharap perkara tersebut diusut secara tuntas. Red/HS