Putraindonews.com - Temanggung | Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak, terutama dari luar daerah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit antraks.
"Kami meningkatkan surveillance aktif di pasar daerah, perbatasan dan penampungan ternak," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, di Temanggung, Minggu (16/7).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatIa mengatakan melalui petugas di lapangan, seperti penyuluh, mantri hewan maupun dokter untuk meningkatkan edukasi terkait bahaya antraks.
"Kami juga mengimbau warga dan pedagang untuk mewasdai hewan ternak dari daerah yang pernah terjangkit atau terdapat temuan antraks," katanya pula.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatJoko menyampaikan untuk memastikan kesehatan hewan, harus ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Menurut dia, ternak dari daerah antraks pasti sudah dilarang peredarannya oleh otoritas setempat sampai batas waktu yang sudah ditentukan.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanNamun, katanya lagi, petugas tetap harus meningkatkan pengawasan secara ketat lalu lintas hewan di kabupaten tersebut terutama hewan yang masuk dari daerah temuan antraks.
"Kami bergerak cepat dengan pengawasan perdagangan hewan ternak sapi dan domba dari luar daerah yang masuk ke Temanggung," katanya lagi.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaMenurut dia, selama ini tidak ditemukan penyakit antraks pada hewan di Kabupaten Temanggung.
Kabupaten Temanggung termasuk daerah penghasil ternak terbesar di Jawa Tengah, terutama domba. Ternak tersebut banyak dijual ke daerah lain, seperti Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta. Red/MTB
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang