Putraindonews.com, Jakarta – Situasi perang yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS) belakangan sempat mereda saat kedua belah pihak mulai menyusun rencana kesepakatan damai.
Namun, perkembangan terbaru, perang masih kembali berlanjut setelah sempat mengalami gencatan senjata.
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main JudiKorps Garda Revolusi Iran pada Sabtu (27/6) dikabarkan menyerang lokasi-lokasi milik AS di kawasan Teluk.
Serangan itu dilakukan lantaran mereka adanya serangan lebih dulu dari AS terhadap Iran. Karenanya Iran melakukan serangan balasan atas AS.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan Reklame"Jika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas daripada ini," kata pihak Garda Revolusi, sebagaimana dikutip dari AFP.
Komando Pusat Militer (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Jumat memang kembali meluncurkan serangan di wilayah Iran. Mereka berdalih operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa Jawa"Sebuah pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta fasilitas radar di pesisir pantai," ucap CENTCOM, melansir Anadolu. Red/HS