Putraindonews.com, Bantaeng – Pelaksanaan Hari Jadi Bantaeng pada 3–7 Desember 2025 mendapat sorotan lantaran dinilai tidak sejalan dengan visi “Bantaeng Religius” yang selama ini menjadi slogan resmi pemerintah daerah. Kritik muncul setelah rangkaian acara lebih banyak menonjolkan hiburan dan penampilan artis di Pantai Seruni.
Ketua Cabang Balla’ Tujua, Alif, menilai pemerintah kehilangan sensitivitas moral ketika menjadikan hiburan sebagai pusat perayaan. Menurut dia, momentum Hari Jadi semestinya menjadi ruang syukur dan refleksi, bukan panggung euforia.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Jika pemerintah memegang visi religius, doa bersama dan muhasabah harusnya menjadi inti. Tapi yang terlihat justru panggung hiburan, sementara rakyat masih berhadapan dengan bencana,” ujar Alif, Rabu (10/12/2025).
Kritik itu muncul di tengah kondisi Bantaeng yang kembali dilanda banjir dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut, kata Alif, seharusnya mendorong pemerintah menunjukkan sense of crisis. Keputusan tetap menggelar konser dianggap memperlihatkan ketidakpekaan terhadap penderitaan warga.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangSejumlah pemerhati menilai ketidaksesuaian visi dan praktik di lapangan memperlihatkan masalah tata kelola. Nilai religius yang dideklarasikan pemerintah, dinilai tidak tercermin dalam kebijakan maupun penyelenggaraan kegiatan resmi.
Masyarakat juga mulai mempertanyakan arah kepemimpinan daerah. Mereka menilai ketidakkonsistenan antara visi dan tindakan dapat menggerus kepercayaan publik, terutama saat daerah menghadapi bencana.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoAlif mendesak pemerintah memperbaiki orientasi perayaan di masa mendatang.
“Jika Hari Jadi tidak dijadikan momen spiritual dan banjir tidak dijadikan pelajaran, visi religius itu hanya tinggal slogan. Pemerintah harus berbenah dengan keseriusan, bukan dengan gemerlap hiburan,” tutupnya.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut. Red/MB