Putraindonews.com,Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dengan tegas bahwa penting untuk mengelola negara dengan akal sehat dan berpedoman kepada pemikiran-pemikiran yang ilmiah.
Di hadapan menteri-menteri Kabinet Merah Putih dan jajaran pengusaha dari Kadin Indonesia, Prabowo mengingatkan jika meninggalkan akal sehat, maka yang ada hanya distorsi dan disfungsi.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat“Ternyata, sesuai dengan apa yang saya bicara, sesuai dengan angka-angka, karena saya percaya dengan ilmu pasti, (ilmu) alam, saya percaya dengan ilmu matematik, dan ilmu fisika, angka itu, angka ilmiah itu susah berbohong, asal kita melakukan kalkulasi yang masuk akal: 2+2 itu empat,” kata Presiden Prabowo saat berpidato di acara Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (15/1).
“Hanya kadang-kadang, dalam politik Indonesia 2+2 bisa 4,5, bisa 5, bisa 3. Itu bisa, tetapi tidak ilmiah. Dan, manakala kita tinggalkan akal sehat, manakala kita tinggalkan hitungan berdasarkan logika, yang terjadi adalah distorsi dan disfungsi,” sambung Presiden.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaDalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyatakan optimismenya terhadap kemajuan bangsa, dan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat melampaui angka 8 persen.
Presiden pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil kerja pemerintah, karena saat ini pemerintahan yang dipimpin Prabowo baru berjalan kurang lebih tiga bulan.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang“Saya baru mungkin menginjak bulan ketiga, memimpin pemerintahan Republik Indonesia, dan semakin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, saya semakin merasa percaya diri, saya merasa optimis, saya percaya, saya yakin kita akan mencapai bahkan mungkin melebihi 8 persen pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden.
Prabowo kembali menekankan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, tetapi kekayaan itu sering kali tidak dikelola dengan baik dan tidak dikelola dengan akal sehat.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoAlhasil, praktik-praktik yang tidak efisien dan pemborosan pun kerap terjadi.
Oleh karena itu, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menghapus praktik-praktik pemborosan, karena suatu organisasi ataupun institusi yang boros dan tidak efisien bakal tidak selamat.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026“Indonesia sangat kaya, tetapi kekayaan ini sering tidak kita kelola dengan baik, dan dengan akal sehat, dan selanjutnya kita sering melakukan pemborosan. Saudara-saudara pengusaha seharusnya saudara lebih paham, perusahaan yang tidak efisien, perusahaan yang bekerja seenaknya tidak mungkin survive (selamat/bertahan),” kata Presiden.
Prabowo mencontohkan perusahaan yang pengeluarannya lebih besar daripada pemasukan, maka usahanya itu akan pailit.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta“Oleh karena itu, saya bertekad memimpin pemerintahan yang efisien,” sambung Prabowo yang disambut dengan riuh tepuk tangan peserta dan tamu acara.
Dalam acara munas Kadin Indonesia itu, Presiden Prabowo berpidato selama kurang lebih 15 menit. Red/HS
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen