Putraindonews.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapat sorotan tajam setelah mengambil langkah kontroversial dengan melarang tiga media besar, yakni MS Now, CNN, dan Politico. Ketiga media mainstream itu dibatasi untuk masuk ke lingkungan Gedung Putih.
Kebijakan kontroversial itu sekejap memicu kecaman luas lantaran dinilai mencederai prinsip kebebasan pers yang dijamin oleh Konstitusi Amerika Serikat.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Langkah Trump itu diumumkan secara terbuka oleh Trump melalui platform Truth Social pada Jumat 18 september 2026 waktu setempat.
Menurutnya, pelarangan ini berlaku efektif seketika akibat pemberitaan yang ia sebut sebagai informasi palsu dan fiksi.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China"Media seharusnya tidak dapat terus-menerus menulis atau melaporkan fiksi dan kebohongan saat meliput Presiden, Pemerintahan Trump, atau Amerika Serikat," kata Trump dalam pernyataan resminya. Red/HS