Putraindonews.com, Jakarta – Beredar kabar 28 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), yang mengikuti demonstrasi penolakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus Tamalanrea pada Kamis (11/6), terancam dikenai sanksi skorsing hingga drop out (DO) alias dikeluarkan dari kampus.
Rumor DO kepada puluhan mahasiswa Unhas yang diduga berasal dari Fakultas Teknik (FT) itu pun sontak mendapat atensi luas dari publik.
Baca JugaPrabowo Diminta Nonaktifkan Nusron WahidMenanggapi kabar tersebut, pihak birokrasi FT Unhas langsung mengklarifikasi melalui akun resmi Instagram fakultas.
Dalam unggahan tersebut, pihak fakultas membantah rumor terkait pemberian sanksi kepada 28 mahasiswa yang mengikuti demonstrasi penolakan SPPG.
Baca JugaMenteri Haji Disorot Usai Mencuat Isu Dua Anaknya Diangkat Jadi Tenaga Ahli“Fakultas Teknik Unhas mengajak seluruh civitas academica dan masyarakat untuk tidak mudah percaya, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan tabayyun,” tulis pihak FT Unhas dalam takarir unggahannya.
Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, turut menepis isu tersebut. Ia menegaskan tidak ada keputusan skorsing maupun sanksi lain dari fakultas atau rektorat terkait aksi kritik terhadap program MBG.
Baca JugaDino Patti Djalal Tepis Isu Singapura Bersekongkol Lemahkan Pasar Modal Indonesia“Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apa pun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/6).
Sementara itu, Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (SMFT-UH) turut merilis pernyataan melalui akun Instagram OKFT-UH.
Baca JugaDemo Mahasiswa UNJ di Jaktim Berujung RicuhDalam unggahan tersebut, SMFT-UH menyatakan bahwa Dekan FT Unhas menjamin tidak ada sanksi akademik maupun DO terhadap mahasiswa.
Namun, mereka mengecam dugaan intimidasi lisan berupa ancaman DO yang dilakukan oleh oknum alumni kepada mahasiswa. Red/HS
Baca JugaKetua Alumni 212 Siap Konsolidasi Gerakan Pemakzulan Gibran