Putraindonews.com, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti memberikan saran kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menonaktifkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Prabowo juga diminta untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt) baru menggantikan Nusron di tengah kasus dugaan suap di lingkungan ATR/BPN.
Baca JugaMenteri Haji Disorot Usai Mencuat Isu Dua Anaknya Diangkat Jadi Tenaga AhliTujuan pnonaktifkan tersebut untuk efektivitas pemeriksaan keterangan terhadap Nusron Wahid sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya, Nusron sempat dua kali mangkir dari pemanggilan KPK. Kesulitas memintai keterangan itu membuat publik mempertanyakan kejelasan hukum.
Baca JugaDino Patti Djalal Tepis Isu Singapura Bersekongkol Lemahkan Pasar Modal IndonesiaBagi Ray Rangkuti, ada dua opsi penanganan terhadap Nusron Wahid, yakni menonaktifkannya sementara atau langsung mencopotnya melalui reshuffle/perombakan kabinet.
“Ya itu tadi seperti yang disebutkan oleh Bung Iwan (Kurniawan, Ketua Gerakan Cinta Prabowo) ya ada dua pilihan tuh. Pertama nonaktifkan dulu atau yang sekaligus di-reshuffle,” ungkapnya dalam dialog Kompas Petang, Jumat (23/10).
Baca JugaDemo Mahasiswa UNJ di Jaktim Berujung RicuhMenurut Ray Rangkuti, langkah tersebut dapat menjadi sinyal bagi KPK untuk segera mengambil tindakan sekaligus menunjukkan komitmen Prabowo dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Red/HS