Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Raker BLBI, LaNyalla ; Kerugian Negara Luput Dari Pengamatan

S Samsuddin • 10 Dec 2021 • 0 komentar
Raker BLBI, LaNyalla ; Kerugian Negara Luput Dari Pengamatan

***

Putraindonews.com - Pelalawan | Komite IV DPD RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Keuangan dan Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN). Raker tersebut membahas secara khusus kasus BLBI yang merugikan negara triliunan rupiah.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menjelaskan Raker ini berawal dari masuknya surat aspirasi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

"Dalam surat aspirasinya, mereka menyoal skema dan pola penyelesaian kasus BLBI yang patut diduga masih banyak merugikan negara," kata LaNyalla dalam pengantar Raker secara virtual, Kamis (9/12/2021).

Dengan begitu, Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan, masih diperlukan pendalaman dan penggalian informasi yang lebih komprehensif dari sejumlah sumber, sebagai masukan konkret bagi Satgas Penagihan Kewajiban BLBI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Menurutnya, hal itu sekaligus sebagai bagian dari tidak lanjut Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI, terhadap para obligor BLBI sejak tahun 1998 hingga kini.

"Sebab, dari aspirasi dan surat yang disampaikan LPEKN, patut diduga masih banyak potensi kerugian negara yang luput dari pengamatan dan penyelidikan Satgas BLBI dan Kementerian Keuangan," tutur LaNyalla saat kunjungan kerja ke Riau.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

LaNyalla mengaku menugaskan Ketua Komite IV DPD RI untuk melakukan Rapat Kerja dengan para pihak sebagai bagian dari tindak lanjut aspirasi yang masuk kepada DPD RI.

"Sebelumnya Komite I DPD RI telah melakukan Rapat Kerja dengan Menteri Koordinator Polhukam yang juga Ketua Satgas Penagihan Kewajiban Obligor BLBI," tutur dia.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

LaNyalla berharap ada titik terang dari kasus tersebut sehingga segala kerugian negara dapat dikembalikan.

"Kita berharap dukungan semua pihak agar langkah DPD RI ini dapat membuka secara terang benderang kasus ini dan segala kerugian negara dapat dikembalikan," harapnya. Red/Ben

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

***

Bagikan berita:

Berita Terkait