Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Sebanyak 600 Penerima Manfaat PMT di Tangerang Merupakan Pasien TBC

S Samsuddin • 25 Mar 2025 • 0 komentar
Sebanyak 600 Penerima Manfaat PMT di Tangerang Merupakan Pasien TBC

Putraindonews.com,Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendistribusikan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada 600 penerima manfaat yang merupakan pasien TBC. Hal tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, di Tangerang, Selasa (25/3), mengatakan penerima manfaat akan diberikan PMT setiap bulan selama enam bulan.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Adapun paket makanan yang diberikan yakni susu empat liter, kacang hijau satu kilogram, minyak goreng dua liter, sarden dua kaleng, dan satu kaleng kental manis.

"Penguatan melalui pemberian makanan tambahan bagi para penderita TBC ini sangat penting sebagai stimulus untuk mempercepat proses penyembuhan bagi teman-teman kita yang terjangkit TBC," katanya.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini menambahkan bahwa berbagai upaya pencegahan dan pengendalian terus digencarkan, khususnya dalam menemukan kasus TBC di masyarakat dan memastikan pengobatan hingga sembuh.

Bahkan, yang ditangani bukan hanya pasien TBC, tetapi juga keluarga serumah dan lingkungan sekitarnya agar penularan dapat ditekan melalui investigasi kontak dan pemberian terapi pencegahan TBC.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"TBC bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga masyarakat yang sedang sakit TBC tidak perlu takut menjalani pengobatan, meskipun durasinya cukup lama, yakni antara enam hingga 24 bulan," katanya.

Namun, dengan pengobatan yang teratur, pasien dapat sembuh. Selain itu, keluarga serumah juga harus mendukung pasien, termasuk dengan menjalani terapi pencegahan TBC, yang berdasarkan penelitian dapat menekan risiko penularan hingga lima tahun.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

"Kami harap upaya yang kami lakukan dapat menurunkan angka prevalensi TBC, dan tidak hanya dalam urusan kesehatan saja tetapi juga kolaborasi dalam lintas sektor seperti lingkungan, sosial ekonomi, dan keterlibatan masyarakat dalam menurunkan angka TBC," katanya. Red/TK

Bagikan berita:

Berita Terkait