PUTRAINDONEWS.COM
TANGSEL - BANTEN | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad buka suara terkait beredarnya surat edaran penundaan pelaksanaan kegiatan pencairan belanja daerah dan penyertaan modal pada APBD Kota Tangsel 2020.
Muhamad mengatakan surat edaran tersebut merupakan warning kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penggunaan anggaran di tengah wabah Covid 19 di Indonesia.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Ini dalam rangka pembatasan anggaran di tengah wabah Covid 19. Juga menjaga kestabilan anggaran kas daerah," ungkap Muhamad, Kamis (9/4/2020).
Saat ini, lanjut Muhamad, Pemkot Tangsel fokus pada penanganan Covid 19. Jika dilihat dari pemasukan di triwulan kedua di 2020, pemasukan Kota Tangsel terbilang minim. Lantaran hampir 80 persen hotel dan restoran di Kota Tangsel tutup untuk antisipasi penyebaran covid 19.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat"Ada belanja modal untuk penanganan Covid 19 di Kota Tangsel. Jika ada pencairan anggaran yang mendesak ya silahkan. Surat ini hanya warning Jangan sampai di triwulan kedua ini APBD Tangsel malah habis," katanya.
Muhamad menegaskan, Pemkot Tangsel saat ini menyiapkan anggaran penanganan Covid 19 sebesar Rp147 miliar. Anggaran itu, lanjut Muhamad berasal pemangkasan dari anggaran OPD di Kota Tangsel.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat"Itu anggaran yang disiapkan. Kita kan tidak tahu kapan Covid 19 berakhir. Namun anggaran yang disiapkan Rp147 miliar," tambahnya. (RED/WP)