Putraindonews.com - Manokwari | Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) menilai tujuh rekomendasi dari Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) memperkuat rancangan teknokratik rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Ada satu poin yang paling penting yaitu memperjuangkan aspek kekhususan dan keistimewaan ke dalam rancangan teknokraktik RPJMN lima tahun mendatang," kata Deputi Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Wawasan Kebangsaan Setwapres Velix Fernando Wanggai di Manokwari, Papua Barat, Kamis (28/9/23).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaSelain itu, kata dia, rekomendasi Fordasi menjadi instrumen pertimbangan Pemerintah Pusat untuk memperhatikan aspek daerah yang memiliki keistimewaan dan kekhususan dalam perumusan kebijakan.
Rekomendasi tersebut akan mendorong percepatan pembangunan pelayanan dasar pada sembilan provinsi desentralisasi asimetris yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Aceh, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Barat Daya.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang"Kebijakan desentralisasi asimetris itu menghargai asal usul, sejarah, kebudayaan kultural, sekaligus solusi penyelesaian konflik pusat dan daerah asimetris," ujar Velix Wanggai.
Menurut dia, kelembagaan Fordasi semakin kuat setelah adanya penambahan empat daerah otonom baru (DOB) di Tanah Papua yaitu Provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Barat Daya.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoDengan demikian, advokasi kebijakan desentralisasi asimetris pada level Pemerintah Pusat memberikan ruang seluas-luasnya bagi implementasi kewenangan otonomi khusus pada sembilan provinsi tersebut.
"Pengambilan kebijakan itu tidak bisa dipukul rata semua tetapi menghargai konteks keistimewaan dan kekhususan yang ada di Indonesia," kata Velix.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus dan Pertimbangan Otonomi Daerah Direktorat Jenderal Otomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri Valentinus Sudarjanto Suminto mengajak sembilan provinsi desentralisasi asimetris meningkatkan sinergi kolaborasi guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi yang kuat, dapat mengatasi berbagai tantangan dan merancang masa depan yang lebih baik," ucap Valentinus. Red/RP
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta