Putraindonews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya sikap proaktif negara-negara anggota International Partners Group (IPG) dan negara anggota Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri diskusi yang digelar oleh Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP), South Africa’s Presidential Climate Commission, World Resources Institute (WRI) dan didukung oleh World Bank pada Rabu (17/4) waktu setempat.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026“Peran proaktif seluruh pihak sangat kita butuhkan agar koordinasi negara-negara anggota IPG dan lembaga keuangan perantara, lebih lancar, dan lebih kohesif, sehingga memungkinkan untuk mewujudkan sinergitas, responsif mengatasi tantangan, dan memaksimalkan upaya kolektif,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/4/24).
Indonesia memiliki program kolaborasi JETP Indonesia yang merupakan pendanaan untuk akselerasi transisi berkeadilan yang pendanaannya berasal dari dana publik IPG dan swasta melalui The Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China“JETP merupakan salah satu hasil capaian nyata Indonesia pada KTT Presidensi G20 di Bali tahun 2022 lalu,” ujar Menkeu.
Menkeu mengungkapkan kolaborasi dengan IPG dalam mengembangkan Rencana Kebijakan dan Investasi Komprehensif JETP di Indonesia telah diluncurkan pada November 2023.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelKolaborasi tersebut memiliki target ambitious, seperti mencapai porsi energi terbarukan sebesar 44 persen dari bauran energi nasional di tahun 2030 dan mencapai net-zero emission untuk sektor ketenagalistrikan di tahun 2050.
Menkeu juga membahas struktur pendanaan, di mana terdapat porsi hibah sebesar 3 persen dari komitmen dana publik, dan sekitar 60 persen adalah pinjaman lunak. “Saya menekankan perlunya pendanaan yang lunak, penyederhanaan akses, dan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas,” tutur dia.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanSelain kolaborasi dengan JETP, Indonesia juga memiliki pendanaan yang dapat disalurkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dalam rangka melaksanakan tugas merealisasikan Energy Transition Mechanism (ETM) – Country Platform untuk transisi energi nasional.
Sementara sebagai dana katalis, Indonesia mengusulkan agar pendanaan JETP dapat disalurkan melalui ETM-Country Platform. Indonesia juga memandang adanya progres yang baik, seperti beberapa proyek yang menjadi prioritas dan target-oriented di tahun 2024 ini dalam kerangka JETP. Red/HS
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi