Putraindonews.com, Jakarta - Negara Suriah rencana akan mulai menukar uang kertas lama dengan mata uang nasional baru yang akan berlaku mulai 1 Januari. Keputusan ini menjadi sebuah langkah yang dipuji sebagai awal dari fase ekonomi dan moneter baru.
Gubernur Bank Sentral Abdel Qader al-Hasriya menyatakan dekrit presiden yang mengizinkan penerbitan mata uang baru telah diberlakukan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Ini adalah tonggak nasional penting yang mencerminkan awal dari fase ekonomi dan moneter baru," tambahnya dalam sebuah pernyataan dikutip dari Anadolu.
Menurut Hasriya, Dekrit No. 293 tahun 2025 memberikan wewenang kepada bank sentral untuk menetapkan tenggat waktu dan lokasi untuk menukar uang kertas lama dengan yang baru, menambahkan bahwa proses tersebut akan dimulai pada 1 Januari 2026. Red/HS
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China