Putraindonews.com - Natuna | Salah satu petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) dinyatakan meninggal dunia akibat tumpukan tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Petugas tersebut diketahui bernama Delta Yuharni. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara tumpukan tanah longsor.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineAnggota KPU Provinsi Kepri Arison di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan bahwa tempat tinggal anggota pantarlih tersebut juga tertimbun tanah longsor.
"Kami belum mendapatkan informasi apakah keluarga korban selamat atau tidak," katanya, Kamis (9/3).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatArison mengemukakan bahwa Delta semasa menjalankan tugas sebagai pantarlih telah melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data pemilih di Desa Pangkalan, Pulau Serasan.
Delta lebih cepat menyelesaikan tugasnya lantaran jumlah pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Pangkalan tersebut relatif sedikit, atau tidak mencapai 200 orang.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatKPU Provinsi Kepri mengupayakan agar Delta mendapatkan santunan dari KPU RI.
"Kami masih mempelajari teknis untuk mendapatkan santunan tersebut," ujarnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanSelain anggota pantarlih, kata dia, seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) dan seorang staf Sekretariat PPS sampai sekarang belum ditemukan.
Pihak keluarga melaporkan telah kehilangan mereka setelah peristiwa tanah longsor itu. Rumah mereka tertimbun tanah longsor.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla"Mudah-mudahan mereka dalam kondisi selamat, tidak menjadi korban bencana tersebut," ucapnya. Red/HS
***