Putraindonews.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melanjutkan kerja sama desk to desk dengan Regional Cooperative Agreement Regional Office (RCARO) terkait program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang nuklir di Indonesia.
RCARO sendiri merupakan kantor regional dari Perjanjian Kerja Sama Regional (RCA) di bawah naungan International Atomic Energy Agency (IAEA).
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatDalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (10/10), perpanjangan kerja sama yang mencakup bidang riset, pengembangan serta proyek pelatihan di bidang iptek nuklir ini ditandatangani oleh Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Mego Pinandito, dengan Direktur RCARO Dae-Ki KIM beberapa waktu lalu di Vienna, Austria.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN Syaiful Bakhri menuturkan, kesepahaman dalam bentuk perjanjian kerja sama antara BRIN dan RCARO yang ditandatangani pada 2023 memberikan dampak positif.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Hal ini menjadi dasar pertimbangan bagi kedua belah pihak, untuk melakukan perpanjangan kerja sama,” ungkap Syaiful.
Ia juga menyebutkan, tujuan perpanjangan kerja sama ini untuk menjembatani komunikasi antara BRIN dengan lembaga ketenaganukliran di Korea Selatan, dalam mendukung pengembangan SDM dan penelitian iptek nuklir di Indonesia.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangSyaiful mengatakan, BRIN mengemukakan perlunya letter of intent (LoI) dengan pihak RCARO yang memiliki kantor pusat di Korea Selatan. Hal ini untuk memfasilitasi komunikasi antara pemerintah Indonesia dalam hal ini BRIN, dengan lembaga atau institusi ketenaganukliran di Korea Selatan.
“Khususnya untuk mendukung kegiatan pemanfaatan serta pengembangan siklotron dan berkas elektron. Kemudian, revitalisasi reaktor riset, serta dekontaminasi gedung 10 produksi radioisotop dan radiofarmaka di KST B.J. Habibie Serpong Tangerang Selatan,” imbuhnya.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoSementara itu, Technical Cooperation National Liaison Officer (NLO) Indonesia untuk IAEA Totti Tjiptosumirat mengungkapkan, pemerintah Indonesia mengapresiasi RCARO yang telah berkontribusi dalam pengembangan kapasitas SDM nuklir di Indonesia.
”Apresiasi untuk RCARO yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM), dan sivitas BRIN. Untuk melanjutkan studi magister di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST),” ujarnya.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Totti menuturkan, bentuk kerja sama lain antara BRIN dengan RCARO sejak 2023 - 2024 yaitu pelatihan melalui lokakarya, joint meeting, ataupun fellowship programme.
Melalui kerja sama ini, katanya, akan terbuka peluang bagi SDM nuklir di Indonesia, untuk menerima beasiswa dari institusi ketenaganukliran lain di Korea Selatan.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta”Dengan adanya kerja sama antara BRIN dan RCARO akan ada tawaran beasiswa lain, yaitu beasiswa Regional Cooperative Agreement (RCA) KEPCO International Graduate School (KINGS) untuk program magister pada 2025,“ ujar Totti. Red/HS