Putraindonews.com,Jakarta - Pemerintah Tiongkok mencoba mempertanyakan dasar sejumlah negara membatasi akses ke DeepSeek, model kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan rintisan Negeri Tirai Bambu itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan bahwa pemerintahnya menentang dalih keamanan nasional untuk melarang penggunaan DeepSeek serta politisasi di bidang perdagangan dan teknologi.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Kami akan tegas melindungi hak dan kepentingan hukum perusahaan China," kata dia dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (6/2).
Kemunculan DeepSeek mengguncang dunia teknologi, terutama di AS, yang selama ini menjadi kiblat pengembangan AI.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaKemampuan V3, model AI yang dibuat DeepSeek dengan biaya jauh lebih rendah, disebut-sebut mengungguli model buatan OpenAI dan Meta.
Akhir Januari, harga saham NVIDIA —produsen cip AI— sempat mengalami penurunan lebih dari 10 persen setelah kemunculan DeepSeek.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSejumlah negara telah melarang kantor-kantor pemerintahan menggunakan DeepSeek dengan alasan keamanan data.
"Izinkan saya untuk menekankan bahwa pemerintah China sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai hukum," kata Guo Jiakun.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanPemerintah Tiongkok atau China, kata dia, tidak pernah meminta dan tidak akan pernah meminta siapa pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara ilegal. Red/HS